Novel Morning Light by Windhy Puspitadewi

Hobi membaca saya lagi meningkat drastis. Semua buku yang ada rasanya pengen segera saya tamatkan. Nggak peduli itu History, teenlit, Fantasy, romance, sampai classic.

Dan buku yang lagi saya baca intens adalah A Little Princess-nya Francess Hodgons Burnett. Salah satu karya klasik tahun 1905. Iyapp! one of classic children's book. 

But, di kesempatan ini ada sebuah buku yang ingin saya ulas. It was.... MORNING LIGHT, the other book by Windhy Puspitadewi.

covernya aja udah menggoda untuk dibaca (baca=beli)

Seperti postingan yang DISINI, saya termasuk penikmat karya-karya dari mbak Windhy. Walaupun kalau boleh dibilang, semua novel dari Windhy itu nggak jauh-jauh dari yang namanya persahabatan, pertemanan remaja, dan cinta ABG.

Salah satunya novel ini. MORNING LIGHT - Karena setiap cinta menuliskan cerita.


Dilihat dari cover aja udah OK. Dan lihat review di cover belakang yang bikin saya langsung tertarik.


"Aku seperti bunga matahari yang selalu mengejar sinar matahari, hanya melihat pada dia: matahariku. 
Aku mengagumi kedalaman pikirannya, caranya memandang hidup-malah, aku mati-matian ingin seperti dirinya.

Aku begitu terpesona hingga tanpa sadar hanya mengejar bayang-bayang. Aku menghabiskan waktu dan tenaga untuk mendongak sampai lupa kemampuan diriku sendiri. 
Aku bahkan mengabaikan suara lirih dari dasar hatiku. Aku buta dan tuli. Dan di suatu titik akhirnya tersungkur. Saat itulah aku mulai bertanya-tanya: Apakah dengan menjadi seperti dia, aku pun akan dicintai?"


Ceritanya tentang 4 orang yang bersahabat. Seperti biasa, penggabungan antara konflik, keluarga, cinta, dan sahabat dikemas dalam kata-kata ringan yang mudah dimengerti namun membekaskan ciri khas Windhy. 

Secara nggak langsung, novel ini mengisahan kehidupan kita sehari-hari. Dimana kebanyakan dari kita ingin menjadi dan melebihi orang yang kita kagumi untuk mendapatkan penghargaan dari orang lain. 

Novel ini bisa menjadi tamparan agar kita menyadari kemampuan yang ada pada diri sendiri.

Dan seperti biasa, selalu ada kutipan-kutipan menarik yang disuguhkan dalam novel mbak Windhy.


"Melihat kalian, aku jadi tergerak untuk melakukan sesuatu, Apalagi setelah ada yang mengatakan padaku bahwa kebagiaan bukan sesuatu yang diberi orang lain, tapi sesuatu yang kita buat sendiri."

"Mungkin benar apa kata orang,. Kelebihan seseorang itu letaknya di belakang"

"Jangan pernah, hanya dengan melihat , kamu menilai siapa yang lebih menderita dan siapa yang lebih bahagia."


This book is good but not better than Confeito and Let Go. Entahlah, apa karena terlalu singkat, atau malah karena penuntasan masalah yang terkesan klise ? atau karena ending yang mudah ketebak ???

So Far, Windhy Puspitadewi tetep jadi penulis favorit saya :P





Share:

5 comments

  1. aku mau tanya, biar label categoriesnya kaya gitu gimana caranya ?

    ReplyDelete
  2. Yg label di sidebar itu yaa??
    Itu pake edit HTML ^^

    ReplyDelete
  3. Wah, itu editan udah lama. Lupa juga gimana tutor nya.

    sori yaa. entar deh, aku coba utak-atik. Pokoknya tutornya dapat dari google.

    ReplyDelete

Any Comment?