November 04, 2014

Kukenalkan Kamu Pada Rindu

"Apalah arti memiliki, 
Ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami.
Apalah arti kehilangan
ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan dan sebaliknya, kehilangan banyak pula menemukan
Apalah arti cinta,
ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mugkin kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apapun?
Bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? dan terbilang keinginan melupkan saat kami dalam rindu? hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja." 
 - Tere Liye, Rindu

 Lalu bagaimana dengan kita?

Mengapa kita berpura-pura?
Kenapa kita tak saling berlari. Aku berlari kearahmu, dan kamu mantap menujuku. Lalu kita berpelukan dalam pengakuan rindu masing-masing

Oktober 06, 2014

Karena ada ‘Karena’ Dibalik Semua


Manusia makan karena lapar. Manusia tidur karena mengantuk. Manusia marah karena tersinggung. Dan manusia jatuh cinta karena ada sekian ‘karena’. Judul tulisan ini terinspirasi dari kalimat yang terselip dalam tulisan blog seorang yang saya kagumi. Membuat saya kembali mengingat berbagai ‘karena’ yang menempatkan saya pada kondisi sekarang.

Saya percaya, pasti ada ‘Karena’ dibalik semua hal yang kita lakukan. Manusia selalu punya alasan kenapa melakukan ini, bukannya melakukannya itu. Bukankah manusia makhluk yang selalu punya banyak alasan kalau disalahkan? Lalu pada urusan serumit cinta, mereka mengaku tak punya alasan kenapa mencintai pujaannya. Mereka yang mengaku mencintai tanpa alasan adalah kebohongan yang bagi saya, ehmm konyol. Setidaknya saya bisa memberikan selusin alasan mengapa saya mencintai novel harry potter, atau ketika saya menyukai pria di seberang. Selalu harus ada alasan kenapa saya menyukai semua itu.

Seorang dosen linguistik selalu menguji kami, mahasiswa-mahasiswi pembenci alasan, untuk menjawab soal-soal dengan melampirkan alasan-alasan yang mendasari jawaban kami. Mungkin baginya, mutlak ‘Karena’ adalah pasangan ‘Kenapa’. ‘Karena’ menjadi sulit ditemukan dalam situasi tersebut. Padahal ‘karena’ adalah dasar yang menguatkan. Semacam tiang penyangga. Tanpanya, ucapan dan tindakan manusia hanya puing-puing runtuh tak berpendirian.

Dosen saya itu juga suka guyon. Misalnya masalah menikah yang sangat sensitif bagi mahasiswa diangkat untuk menggambarkan pentingnya sebuah ‘karena’, terutama dalam keadaan seorang pria meminang anak gadis orang. Kenapa dia meminangnya? Apa alasannya?

Saya jadi penasaran, berapa banyak pria yang sudah menyiapkan jawabannya?

September 25, 2014

XOXO – X for Kiss, O for Hug



Bagi kalangan K-Popers, apalagi EXO-L, dapat dipastikan tidak asing dengan istilah XOXO. Selain karena xoxo merupakan kode untuk kiss & hug, xoxo juga merupakan judul album pertama boy band EXO.

Saya akan bercerita sedikit tentang xoxo terlepas dari apakah saya seorang EXO-L atau bukan. Setelah lebih dari setahun lalu rilis, saya baru menyempatkan diri untuk mendengarkan keseluruhan album ini. Dan saya harus bersorak, konsep album ini luar biasa! Daebak!

Album XOXO di mulai dengan single WOLF yang kalau boleh saya bilang, lagunya sangat unik dan dance lagu wolf juga terkonsep luar biasa. Di mulai dari para member yang membentuk pohon dan gua seperti penggambaran seekor wolf yang tinggal di hutan dengan pohon rindang dan didalam gua. Mereka juga membentuk telinga serigala dan bertingkah seperti wolf. Saya harus bilang, saya jatuh cinta pada XOXO. Di lagu growl, mereka menampilkan dance yang luar biasa dan bekerja sangat keras untuk pengambilan one take shoot video klipnya.

Di album ini EXO juga hadir dalam konsep anak sekolahan yang sesuai dengan usia mereka. Album XOXO dengang tagline first class of exo. Para member mengenakan seragam sekolah dan seragam baseball lengkap dengan topi. Masing-masing mereka memiliki nomor punggung spesial untuk kostum mereka. Nomor-nomor tersebut dipilih sendiri oleh member sebagai nomor favorit mereka. Seperti Suho yang memilih nomor 1 sebab ia seorang leader, orang pertama yang akan berbicara, dan merupakan trainee pertama dan terlama di exo. Atau Sehun yang belakangan namanya tenar di Indonesia karena memakai sandal jepit keluaran Indonesia kemana-mana, memilih mengenakan nomor 94 di punggungnya. Tampak seperti ingin menunjukkan kalau dia member yang lahir pada tahun 94 dan seorang magnae group. Sedangkan 88 dipilih sebagai nomor general EXO. 88 juga merupakan kode untuk kiss & hug. Dan 8 merupakan angka yang digambarkan sebagai sesuatu yang tanpa akhir. Lagi-lagi konsep xoxo.

Jika diperhatikan, keseluruhan track dalam xoxo seperti sebuah dongeng atau fairy tale. Seperti  dongeng beast and beauty jika menggabungkan antara wolf, growl dan let out the beast, dongeng peterpan, black pearl, ataupun mermaid dalam lagu baby don’t cry yang demi apa lagu ini very touched.


Beberapa lagu dengan tempo cepat seperti lucky juga sangat enak untuk didengarkan. Dan jangan lupakan dua lagu spesial yang ditujukan untuk penggemar mereka, 3.6.5 dan XOXO yang mempresentasikan album xoxo dan exo itu sendiri. Selebihnya, xoxo adalah album yang benar-benar terkonsep dan enak untuk dinikmati.