January 05, 2017

N I K A H






Urusan nikah jadi sedikit sensitif buat dibahas. Apalagi diusia dimana bagi orang Indonesia sudah wajar buat mulai sebar undangan. Anyway, mostly angkatanku baru aja lulus dan ada dua hal yang seketika ramai muncul di timeline sosial media: 1) apdetan tentang pendadaran dan pamer toga; 2) Poto macam prewed, lamaran, tunangan, dan resepsi nikah.

Meski nyatanya, banyak juga yang masih galau. Kapan skripsi kelar? Kapan nikah? Lah boro-boro nikah, yang mau ngajak dan diajak nikah aja belum ketemu. Aku sih enggak galau yang begituan. Gimana ya. Lulus udah. Pacar juga Alhamdulillah dikasih yang baik. Cuma, kadang curious aja. Kapan dan dalam keadaan seperti apa nanti waktu aku nikah? Bakal seperti apa pernikahannya? Kira-kira harus berapa banyak undangan yang disebar? Atau, mahar apa yang harus aku request? Hahaha.

Nikah muda sebetulnya bukan impian aku. Tapi semakin lo nggak tertarik sama suatu hal, entah kenapa hal tersebut malah makin banyak seliweran disekeliling lo. Yap! 

Sepanjang tahun 2016, entah berapa banyak anak kampus aku yang nikah. Bahkan pas mereka lagi riwehnya sama skripsi. Bukannya nyamperin dosen pembimbing, malah nyamperin KUA. Mantap jiwa.

Ada juga yang memilih buat tunangan dulu. Jadi pas baru lulus, langsung cus ijab kabul. Kayak salah satu temen deket aku yang baru aja wisuda desember kemarin dan bakal nikah Maret besok. Insyallah. Aamiin. (Moga lancar, Fa!) 

Meski banyak yang suka nikah muda, ada satu orang yang aku kenal yang nggak minat sama nikah muda. Namanya Alip. Alip ini jatuh cinta sama Ana. Mahasiswi ekonomi yang cantik plus pinter banget. Bribikan si Alip sukses bikin Ana mau dianter jemput sama dia.

Suatu hari, Alip main ke rumah. Setelah dua jam haha hihi sambil ngecopy film aku iseng tanya soal si Ana. 

Piye sama si Ana?’

Opo ne seng piye?’ (apanya yang gimana?)

Wis sah (pacaran) po durung?’ Seneng tenan karo awakmu cah kuwi” (Udah sah belum? Seneng beneran sama kamu anak itu)

Walah. Ora wani aku hee. Cah kuwi nyindir nyindir soal kawin muda. Kode tenan. Nek tak pacari njur langsung jaluk nikah, piye?’ (Walah. Nggak berani aku hee. Anak itu nyindir-nyindir soal kawin muda. Kode banget. Kalau aku pacari trus langsung minta nikah, gimana?

‘Yo tinggal nikah’

Ngawur koe! Arep tak pangani opo anak e wong? Kuliah durung rampung. Jek akeh remed. Durung koas. edan’ (Ngawur kamu! Mau aku kasih makan apa anak orang? Kuliah belum selesai. Masih banyak remed. Belum koas. Gila’

- Aku ngakak -

Beberapa minggu lalu, impian Ana buat nikah muda kewujud. Doa anak solehah cepet kekabul kayaknya. LOL. Pria yang berani mewujudkan wedding dream nya si Ana bukan lain adalah kakak angkatan aku yang lagi kuliah S2 di Perancis. Ana mungkin memang gadis beruntung. Seminggu setelah menikah, Ana di boyong ke Perancis buat nemenin suaminya nyelesaiin S2.

Pernikahan terlihat begitu seru ya. Jadi kapan? Hmm.

October 18, 2016

Alasan Kenapa Pria Pintar Jauh Terlihat Lebih Menarik


Kata orang pintar belum tentu cerdas. Well, can we stop arguing about that for a while? 

Alasan kenapa aku nulis post dengan judul ala-ala situs sembahannya anak muda gawl Indonesia ini karena beberapa hari terakhir aku rajin marathon nonton Problematic Man, salah satu program TV Korea yang intinya para cast (yang semuanya pria) dan guest nya mencoba menjawab pertanyaan dan memecahkan teka-teki. Well, sounds lebih berkualitas dari pada program TV yang sekedar lucu-lucuan. Tapi namanya juga hiburan, tetap aja ada unsur lucu-lucunya.

Nah, para cast nya ini rata-rata lulusan Universitas bergengsi di Korea maupun luar negeri. Baik di bidang Eksak ataupun sosial. Tapi diantara para cast itu, pasti yang paling banyak mencuri perhatian adalah Rap Monster, salah satu member BTS yang memang dikenal sebagai sexy brain/brain monster. Sebutan itu terkenal diantara para ARMY setelah tahu fakta kalau rap monster ini bagian dari top students di ujian persiapan perguruan tinggi, IQ 148, nilai TOEIC 850+, dan jago Bahasa Inggris. okey.

Di Korea sendiri, idol atau artis yang terkenal pintar sangat disanjung dan dihargai. Nggak hapal juga sih siapa aja artis/idol korea nya. Tapi nama-nama seperti Tablo, Kyuhyun, Roy Kim, Onew, dan Changmin sering disebut. Mereka biasanya disebut pintar karena selain sibuk didunia entertain, mereka juga kuliah di tempat bergengsi, memiliki IQ yang superior bahkan ada yang genius, atau menguasai Bahasa Asing, misal Jackson yang katanya menguasai 4 atau 6 bahasa gitu. Padahal mungkin aja sebenarnya banyak yang jauh lebih pintar dari mereka di Korea sana. Tapi karena mereka idol, yah that's an exception.

Rap monster sendiri belakangan namanya jadi sering disebut karena kepinterannya. Mungkin dia punya IQ sekian, tapi sebenarnya dilihat dari pembawaan juga keliatan kalau Rapmon ini emang anaknya pinter. Kemampuan Bahasa Rapmon boleh dibilang oke nggak cuma karena dia bisa Bahasa Inggris, tapi cara dia memilih dan bermain dengan bahasa lewat rangkaian lirik-lirik BTS yang dia tulis bisa nunjukin kalau Rapmon emang jago dibidang tulis-menulis. Kenapa bisa? Karena Rapmon ini anaknya suka baca, suka dengerin banyak lagu, dan suka browsing. Pengetahuan Rapmon jauh lebih luas dalam beberapa hal.  Jawaban-jawaban dia di interview atau talkshow biasanya  lebih wise. Kata-kata dia biasanya quotable. 

Favoritnya aku adalah percakapan Rap Monster dengan Jimin tentang roller coaster. Dikutip dari BTS Now 3.
Jimin: "Orang bisa hidup dengan tenang, tapi kenapa mereka malah buat sesuatu seperti roller coaster yang bisa bikin orang takut?"
Rap Monster: "Manusia pada dasarnya punya naluri untuk menentang gravitasi, jadi cenderung punya keingingan untuk membuat permainan seperti itu"
Jimin: ?????
Atau ketika Rapmon secara entah sengaja atau enggak suka ngekomentarin hal-hal disekitarnya seperti berasa emang dari dulu suka disuruh orang tuanya buat mikir. LOL
Suga: It's been changed to a blue color! (ceritanya BTS masuk ke secret box yang dipenuhi sticky note warna baby blue)
Rap Monster: I heard blue is a color that's helpful to students because it can boost your creativity. 
J-Hope: Oh really? 
Rapmon beberapa kali menunjukkan kepinterannya di problematic man dengan menjawab pertanyaan yang dibuat dengan permainan kata. Ini juga bisa dilihat dari fakta saat Rapmon diundang di Running Man ep. 265. Waktu di tes dan dianalisis, si Rapmon memang condong ke arah bahasa pinternya. Jadi, awalnya memang Rapmon pinter di akademik tapi kesini-sini dia juga pinter di bidang aransemen, nulis dan ngekonsep lagu. Inget kan dia baca literature Demian karya Herman Hesse dan ternyata itu dijadikan konsep comeback BTS. 

Ternyata kepinteran Rap Monster ini jadi salah satu alasan kenapa pada akhirnya banyak fangirl dan orang-orang yang suka dia. Dia juga dipilih jadi leader padahal usianya masih lebih muda dibanding beberapa member lainnya. He's truly grab people's attention by such a things. Padahal Rap Monster ini dicap sebagai salah satu Idol Korea yang jelek secara fisik. Nggak secakep Chanyeol apalagi GD kali. Dalam beberapa komen dan forum netizen ada yang ngebahas hal ini. Tapi Rap Monster jadi bukti kalau fisik bisa kalah sama yang namanya 'smart'. Dia juga sebenarnya dalam beberapa kesempatan sering kelihatan freak. I mean, Rapmon ini juga tipikal anak yang sebenarnya bisa bertingkah aneh. Penghancur sesuatu (kacamata patahlah, gelas tumpah, ngerobek kertas, ngerobek baju, matahin gagang pintu), Aegyo yang error, dance yang ... yah mari ARMY ingat-ingat lagi kelucuan monster satu ini. Rapmon ini juga tipikal orang yang mempertimbangkan banyak hal termasuk kritikan (Well, sometimes I see myself in him tho).

Dalam kehidupan sekitar, aku juga banyak menemukan hal begini. Ada pria yang keliatannya biasa aja, tapi setelah dengar cara dia menyampaikan pendapat, lihat cara dia ngomong, perhatiin tingkah lakunya, and then you can say: He's adorable! Baru keliatan deh pinternya. Keliatan karismanya.  Pada akhirnya, nggak jarang temen-temen lebih milih pria pinter. Nggak sekedar pinter secara akademik. Tapi juga secara sosial, pinter menempatkan diri, nyambung diajak ngobrol karena pengetahuannya luas, pinter menggeluti hobinya. Itulah kenapa pria pintar jauh terlihat lebih menarik.

October 04, 2016

Akhirnya Baca Buku Lagi

Buku apa yang terakhir aku baca?

Bagaimana dengan Designing Authenticity into Language Learning Materials karya Freda Mishan? atau beberapa buku teori pembelajaran oleh Nunan dan Richard? Juga critical review soal learning material milik Tomlinson yang harus aku baca ulang?