KELANGAN: Ketika Mati-matian Menjaga Sebuah Titipan

Pernahkah kalian merasakan perut kalian seperti dihantam sebuah godam?

Pukulan terbesar itu datang diawal semester empat ini.  Kira-kira seminggu yang lalu, kejadian tidak mengenakkan itu terjadi. Setelah menghadiri kelas matakuliah matdev yang  harusnya hari itu libur, mendadak saya ingin pingsan menerima berita laptop saya hilang. Iya. H I L A N G dimaling orang!!!

Awalnya saya mau ngekek. Aah, nggak mungkin. Paling anak-anak ngerjain gueh!! Tapi diingat-ingat lagi, hari ulang tahun saya masih lama beh! Apalagi setelah tahu laptop yang hilang tidak hanya punya saya, tapi laptop Ane dan tablet Abdi juga, Gueh makin ngekek.

Jangan ditanya bagaimana perasaan saya. Dua hari saya males ngapa-ngapain. Setiap kali ingat, saya pengen nangis. Kalau dihitung-hitung, harga laptopnya sih tidak seberapa dengan data-data di dalamnya. Laptop yang sudah menemani saya empat tahun lebih itu menyimpan banyak kenangan dan perjuangan. Data-data research, project jaman elektro, robotic, Proposal, Data administrasi Makrab, juga poject majalah yang harusnya April ini terbit hilang tak bersisa. Yang paling nyesek, album keluarga, kumpulan jurnal dan tulisan-tulisan yang saya tulis juga ikut digondol maling. Nangis kejer kalau diingat-ingat.

Bukannya nggak ikhlas. Tapi yaaaa masa’ logis gitu kalau laptop saya hilang dengan semua data yang hampir tidak ter backup itu [dan kebanyakan data pekerjaan], saya malah ketawa-ketawa girang?  Perlu waktu gais, buat mengikhlaskan.

Di malam kelangan itu, saya cuma bisa nangis sambil berharap malingnya dengan berbaik hati mengembalikan. Atau data-datanya aja wes. Duh yaaa, walau harapan untuk kembalinya sebuah laptop yang hilang sangat kecil.

Malam itu saya menerima banyak dukungan semangat dari orang tua saya yang berkali-kali telpon. Oom saya yang ngechat saya lewat facebook sampai nggak tega ngomong karena tangis saya langsung meledak waktu dia telepon. Si Abim yang katanya langsung konfirmasi ke papa saya. Ah itu anak mah, paling takut kehilangan data-data game nya. Heuh heuh. Teman terbaik saya yang selalu menjadi kekuatan, Jef dan Huda. Juga si Zanzan yang memberikan semangat lewat WA sambil sok-sok perhatian ‘Udah nggak usah sedih, ada aku…’ Hlah biasanya nggak ada dia juga saya senang-senang aja. Dan rekomendasi untuk dengerin lagu Don’t cry nya Guns ‘N Roses yang katanya mewakili suara dia malam itu malah bikin saya makin mewek. Lucunya, pas dia nyuruh saya nonton Stand up Comedy … ada salah satu peserta yang nyinggung laptop hilang. Jiahhhh gagal deh mencoba lupanya.

Yah, namanya kelangan itu nggak enak. Percaya deh gais. Semoga ini jadi pelajaran supaya kita menjaga apa yang kita punya, dan sadar bahwa segala yang kita punya cuma titipan yang bisa saja pergi meski sudah mati-matian kita jaga. Atau mungkin harus kehilangan dulu biar tahu arti dari menjaga?

Penampakan si boo di hari-hari terakhirnya bersama saya :(



P.S. : Dengan senang hati menerima kebaikan siapapun yang mau mensponsori laptop baru :P

Share:

3 comments

  1. turut berduka cita, bagiku laptop itu sudah kayak isi kepala kita.. jadi kalo tiba2 nggak ada itu rasanya seperti ada yang enyah dari keseharian

    ReplyDelete
  2. Iya mbak Hana, Isi kepala dan setengah jiwa ku deh itu laptop :(

    ReplyDelete
  3. ndah sumpah aku penegn ikutan nangis tau ini ,jadi inget waktu itu jalul kehilangan dan kamu bilang "aku gk bisa ngebayangin kalo aku yang kehilangan, bisa-bisa aku pinsan ", dan aku tau perasanmu , sabar, semua akn diganti, *kangen suara kipas kalo udah panas *

    ReplyDelete

Any Comment?