The Power of Kepepet


 Kali ini saya ingin membahas tentang 'the power of kepepet'. Pernah dong ya mengalami kejadian seperti ini : dapat tugas yang deadlinenya seminggu. Udah semangat ngerjain tapi nggak ada ide, mikirnya 'ntar aja ah ngerjainnya, kan masih lama deadline-nya' atau 'kok susah ya, ntar aja deh nunggu ada inspirasi' dan akhirnya ketunda. Sehari sebelum deadline baru panik, semalaman nungguin ide nggak muncul-muncul. Sejam sebelum dikumpulin baru lancar ngerjain karena idenya mendadak ada. Kesel ? lumayan. Ngos-ngosan? Iya, tapi lega juga bisa ngejar deadline. Kenapa bisa begitu ?? Karena kita berada dalam posisi yang disebut 'kepepet'. 

Menurut Didik Arwinsyah, S.Si salah satu alumni kimia MIPA Universitas Gadjah Mada, dalam artikelnya di Kompasiana.com menuliskan beberapa keunggulan orang yang 'kepepet' :

1. Action Lebih Cepat
2. Berpikir Jadi Lebih Kreatif dan Cepat
3. Peluang Kesuksesan Muncul Dari Berbagai Arah
4. Memiliki Sikap Mental Siap

Nah, empat poin diatas itu sering terjadi pada kita-kita saya ketika sedang kepepet ngejar deadline. Entah mengapa, segala yang tadinya terasa impossible berubah jadi possible kalau sedang kepepet.

Contohnya beberapa minggu lalu saat kelompok saya tidak tau kalau ternyata presentasi dilaksanakan hari itu. Jadilah kami buru-buru menyusun slide presentasi yang akan dipresentasikan satu jam lagi, padahal kami belum mengumpulkan cukup bahan materi. Entah mengapa, segalanya jadi berjalan cepat dan yap, selesai tepat waktu sehingga kelompok saya bisa ikut presentasi dengan memuaskan karena data-data yang kami dapat secara mendadak dianggap cukup meyakinkan. LOL


Selesai presentasi, dua anggota kelompok saya langsung mengirim mention. 


The power of kepepet ini juga saya alami kemarin saat menulis tugas essay untuk salah satu mata kuliah. Sebenarnya saya telat dua hari dari jadwal pengumpulan draft awal essay yang telah ditentukan. Draft itulah yang nantinya dievaluasi kemudian direvisi dan lulus untuk disubmit sebagai final project. Karena itulah saya berpikiran, "Lha kan cuma draftnya, boleh kali ya telat ngirim :| ", lagian saya masih bingung harus memulai dari mana meski sudah menyusun outlinenya.

Rupanya selain harus dikirim via e-mail, draft itu harus dikonsultasikan. Beberapa jam sebelum waktu konsultasi, saya buru-buru menulis. Namun sanking kepepet, kalimat yang ingin saya tulis mengalir begitu saja -entahlah. "yang penting jadi" begitu pikir saya.

Beberapa hari kemudian, saya mendapat balasan e-mail yang menyatakan kalau draft saya bisa langsung disubmit sebagai final submission tanpa perlu revisi. Saya nggak percaya! Rasanyaaaaa.... bikin pengen nangis.



Yah walaupun dalam kondisi 'kepepet' segalanya bisa jadi mungkin, tapi membiasakan diri melakukan sesuatu secara dadakan itu nggak baik dan nggak enak. Entah itu alasannya karena kalau sudah mepet ide baru muncul atau apalah. Mengerjakan sesuatu dengan dicicil dari jauh-jauh hari adalah pilihan yang bijak. Menghindarkan diri dari kebiasaan mengerjakan sesuatu asal jadi, juga nggak perlu ngos-ngosan ngejar waktu.

Sekian postingan kali ini. Memang cukup panjang, tapi semoga bermanfaat :)



Share:

0 comments

Any Comment?